Laravel adalah framework PHP modern yang dirancang untuk mempermudah pengembangan aplikasi web. Ia menggunakan arsitektur MVC (Model-View-Controller) dan menyediakan banyak fitur bawaan seperti routing, autentikasi, ORM (Eloquent), dan sistem templating (Blade).
Laravel terkenal karena sintaksnya yang elegan dan dokumentasi yang lengkap, sehingga cocok untuk developer pemula maupun berpengalaman.
Kelebihan dan Kekurangan Laravel
Kelebihan Laravel
Sintaks elegan dan mudah dipahami.
Fitur bawaan lengkap (auth, queue, mail, dll).
Komunitas besar dan dokumentasi resmi yang kuat.
Mendukung integrasi dengan banyak library modern.
Kekurangan Laravel
Membutuhkan resource server lebih besar dibanding framework ringan.
Kurva belajar cukup tinggi untuk pemula yang belum terbiasa dengan konsep MVC.
Update versi cukup cepat, sehingga kadang perlu adaptasi
Kebutuhan Sistem
Untuk menjalankan Laravel, Anda memerlukan:
PHP minimal versi 8.1.
Composer sebagai dependency manager.
Database seperti MySQL atau PostgreSQL.
Web server seperti Nginx atau Apache.
NodeJS sebagai framework pemrosesan dinamis
Instalasi Herd sebagai Environment
Laravel kini merekomendasikan penggunaan Laravel Herd sebagai environment lokal. Herd adalah tool resmi yang memudahkan setup PHP, Composer, dan ekstensi tanpa ribet.
1. Unduh Laravel Herd
Herd tersedia untuk macOS dan Windows.
Kunjungi situs resmi Herd
Pilih installer sesuai sistem operasi
2. Instal Herd di sistem
Jalankan installer dan ikuti instruksi.
Klik file installer
Ikuti wizard instalasi hingga selesai
3. Verifikasi instalasi
Pastikan Herd sudah terpasang dengan benar.
Buka terminal
Jalankan perintah :
php -vdancomposer -v
4. Mulai proyek Laravel
Gunakan Herd untuk membuat project baru.
Jalankan
laravel new nama-proyekMasuk ke folder proyek
Jalankan
php artisan serve
5. Akses aplikasi di browser
Laravel siap dijalankan di environment Herd.
Buka
http://localhost:8000Pastikan halaman Laravel muncul